Food BloggerNews

Natural Process Coffee |Pengolahan Kopi Cara Tradisional

Natural Process Coffee – Dry

            Proses pengolahan kopi kering adalah proses pengolahan kopi yang lebih banyak dilakukan oleh para petani kopi. Bisa kita sebut Natural Process Coffee.

Bagi petani kecil membeli alat pengupas buah yang disebut pulper cukup menguras banyak uang mereka. Akhirnya mau tak mau pilihan jatuh pada proses pengolahan kopi traditional dan natural dengan teknik kering.

Walaupun secara kualitas memang tidak seterjamin pengolahan kopi basah namun hasilnya tetap enak, dapat dinikmati pencinta kopi.

Arabica Coffee Tree – Red Plant

            Berikut ini perjalan pengolahan kopi secara alami, yang dilakukan tanpa mesin atau disebut juga proses kering:

  1. Sortasi dilakukan untuk memilih buah kopi yang sudah matang. Jika buah kopi yang tersedia terlanjur matang dan yang kurang matang maka cara ini sangat tepat untuk dipilih. Penyortiran ini menyingkirkan kopi yang belum matang dari kotoran-kotoran yang terdapat pada buah kopi hasil panen.
  2. Untuk coffee arabica, pengeringan dilakukan di bawah sinar matahari secara natural, dengan dijemur hingga kadar airnya tersisa 30%. Jika sudah dijemur, next barulah  dikeringkan dengan mesin pengering dengan suhu 60°C. Jika tanpa mesin pengering maka penjemuran bisa dilanjutkan hingga kadar airnya tersisa 13% saja.
  3. Untuk coffee robusta pengeringan bisa langsung dengan mesin 80°C. Jika tidak ada mesin pengering maka jemur kembali hingga kadar airnya tersisa 13%.
  4. Next step, tahap berikutnya yaitu tahap pemisahan biji kopi dari kulitnya.  Jika tidak ada huller maka biasa dilakuan secara tradisional dengan menggunakan tampah. Hingga didapat biji-biji kopinya yang bisa dipisah dengan kulitnya dengan cara digoyang-goyangkan hingga kotorannya terpisah.
  5. Selanjutnya dilakukan proses pemolesan atau langsung sistem sortir ke dalam kemasan. Tentunya sambil dicek apakah sesuai dengan pasar atau tidak. Jika sudah sesuai langsung dikemas.

            Cara pengolahan kopi kering ini memang lebih lama namun sentuhan manusia tentu membuat kopi-kopi yang dipilh adalah kopi dengan kualitas kopi yang baik.

Petani juga dapat memisahkan biji yang belum matang dan sudah terlanjur matang. Sehingga bisa dimanfaakan untuk olahan kopi lain.

Namun jika petani kopi bisa mendapatkan tambahan modal atau bantuan modal tentu sangat disarankan untuk membeli mesin pengupas.

Manfaatnya tentu agar dapat meningkatnya kualitas produk kopi yang dijual.

Ingin membuat kopi tradisional yang nikmat? Salah satu resep kopi yang cukup terkenal dari Thailand ini bisa kamu coba ya guys. Ini satu jenis minuman kopi dingin yang cocok untuk cuaca panas.
Resep Ice Thai Coffee dari negara Thailand

Proses Pengolahan Kopi Basah

Proses pengolahan kopi basah ini biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar.  Alasannya tentu karena pengolahan memerlukan bantuan mesin yang harganya tidak murah. Namun jika berbicara hasil tentunya kopi yang diolah menggunakan mesin basah menghasilkan biji kopi yang lebih berkualitas tinggi  dibandingkan yang diproses dengan pengolahan kering.

washed coffee – wet processed coffee

Berikut proses pengolahan basah yang dilakukan oleh pabrik-pabrik kopi besar:

  1. Melakukan proses seleksi untuk memisahkan kopi dengan kualitas yang terbaik. Bukan yang rusak atau terlalu matang. Caranya yaitu dengan memasukan semua buah kopi ke dalam bak sortasi yang berisi air bersih. Buah kopi yang rusak atau terlalu matang biasanya akan mengambang yang selanjutnya dipisahkan.
  2. Dilakukan pemisahan biji kopi dengan kulitnya. Proses ini dibantu dengan sebuah alat yang disebut Pulper. Jika sudah dicuci kembali hingga biji kopi tidak berlendir lagi.
  3. Untuk mengolah coffee arabica dilakukan proses fermentasi  selama 3 hari 3 malam. Setiap 12 jam biji buah kopi dibilas untuk menghilangkan lendirnya.
  4. Selanjutnya biji kopi basah  yang masih terbungkus kulit tanduk yang dikenal dengan sebutan “horn skin” (HS) dipisahkan
  5. Selanjutnya kopi arabika dijemur di bawah matahari hingga kadar airnya berkurang menjadi hanya 30%. Proses ini bisa berlangsung hingga 9 hari. Jika sudah maka saatnya memasukan biji kopi ini ke dalam mesin pengering yang bersuhu 45°C atau bisa dijemur kembali agar adar airnya bisa mencapai 12% saja.
  6. Untuk coffee robusta biji kopi HS bisa langsung dikeringkan dengan mesin pengering mulai dari suhu 80°, selanjutnya 60°C.  Bisa juga dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 12%.
  7. Tahap selanjutnya biji kopi HS  direbus untuk dibuat biji kopi beras atau kopi pasar dengan sebuah alat yang bernama huller.
  8. Terakhir adalah proses sortasi kembali untuk memastikan kualitas kopi yang dijual benar-benar kopi yang berkualitas.

            Itulah proses pengolahan kopi basah. Natural Process Coffee, wet processed coffee. Cukup memakan waktu dan seleksi yang cukup ketat. Wajar saja jika perusahan kopi besar berani menjamin bahwa biji kopi yang dihasilkannya berkualitas tinggi.

Begitupun dengan harga jual yang mereka berikan yang lebih mahal dibandingkan dengan biji kopi yang diolah dengan cara kering.

Kamu suka kopi tapi tidak kuat di perut? Ada memang beberapa orang yang pencernaannya tidak kuat dengan kopi. Menyebabkan perut kembung atau maag. So, kamu bisa coba minuman tradisional lain seperti Teh.

Cek resep Teh sereh ala NO Preparation yang sehat dan bagus untuk pencernaan. Bisa juga untuk diet lho.
Resep Teh Sereh Sehat Nikmat

Kopi dan Teh minuman yang sangat favorit di Indonesia dan negara-negara Asia. Tapi negara baratpun juga menyukai kopi dan acara minum teh. Coffee & Tea sudah mendunia.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker