News

Masjid Cheng Ho Palembang, Masjid Bernuansa Cina

Masjid Cheng Ho

Kalau ngomongin Palembang rasanya ga akan habis-habis ya, selain kulinernya yang terkenal banget, ternyata Palembang juga cukup kental dengan kebudayaannya. Nah, kali ini gue dan sepupu lagi main ke salah satu masjid iconic yang ada di Palembang namanya masjid Cheng Ho. Perjalanan kita kesana sebenarnya mendadak banget haha karena ternyata masjid ini letaknya tidak jauh dari rumah saudara, jadi kita langsung aja deh berangkat. Gue bakal jelasin sedikit nih tentang masjid Cheng Ho ini.

Masjid merupakan tempat ibadah bagi orang-orang Islam. Di samping fungsinya sebagai tempat ibadah, ternyata beberapa masjid sengaja dibangun dengan dekorasi atau arsitektur yang unik. Selain dapat menjadi daya tarik, masjid dengan arsitektur indah juga dapat memberikan kenyamanan serta ke-khusyuk-an saat beribadah. Nah… Salah satunya masjid Cheng Ho yang berada di daerah selatan Kota Palembang, tepatnya di kompleks perumahan Amin Mulia, Jakabaring.

Masjid Muhammad Cheng Ho dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Palembang untuk menghormati Laksamana Cheng Ho, salah satu tokoh terkenal dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Cheng Ho pertama kali datang ke Indonesia jauh sebelum munculnya Wali Songo. Saat itu penyebaran Islam di Indonesia masih sangat kecil dan tertutup. Ternyata Cheng Ho berhasil mengubah hal tersebut 180 derajat. Cheng Ho juga pantas disebut dengan simbol akulturasi karna seorang Tiongkok yang memeluk agama Islam, beliau sukses ikut menyebarkan agama Islam di Indonesia. Salah satu peninggalannya yang masih kental sebagai simbol Islam sampai saat ini adalah bedug masjid.

Selain itu juga, masjid Cheng Ho dibangun untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat Palembang dengan masyarakat keturunan Tionghoa. Tanah yang dibangun menjadi masjid Cheng Ho merupakan tanah hibah dari Gubernur Provinsi Sumatra Selatan, Syahrial Oesman. Memiliki ukuran bangunan sekitar 20 x 20 meter dengan luas tanah kurang lebih 4.990 m2. Arsitekturnya sangat kental dengan nuansa Tiongkok yang didominasi oleh warna merah.

Masjid Cheng Ho juga memiliki dua menara disebalah kanan dan kirinya. Menara tersebut diberi nama Habluminallah dan Habluminannas. Menara tersebut memiliki 5 tingkat yang difilosofikan sebagai 5 jumlah waktu dalam shalat wajib. Tinggi menaranya kurang lebih 17 meter dan memiliki arti jumlah rakaat shalat dalam satu hari. Dibawah menaranya terdapat tempat untuk berwudhu, ukurannya kurang lebih 4 x 4 meter. Nah, untuk bagian luar menara terdapat gapura khas Palembang berbentuk tanduk kambing. Penggunaan gapura tanduk kambing bertujuan untuk menyatukan kebudayaan Palembang dengan kebudayaan Tionghoa. Selain itu juga terdapat tempat khusus untuk menyimpan bedug masjid. Salah satu kebudayaan peninggalan Laksamana Cheng Ho saat itu.

Jika masuk ke dalam masjidnya kita langsung disuguhkan dengan kaligrafi yang melingkari sisi bangunan. Nuansa merah dan hijau pada pilar masjid khas arsitektur bangunan Tioghoa sangat kental di sana. Masjid Cheng ho memiliki 2 lantai, lantai bawah untuk laki-laki sedangkan di atas untuk perempuan. Hanya saja saat berkunjung ke sana jamaahnya tidak terlalu banyak sehingga untuk memudahkan, tempat shalat perempuan di pindahkan ke lantai satu, dibagi dua menggunakan sekat dengan tempat shalat untuk laki-laki.

Adanya masjid Cheng Ho bukan hanya sekedar untuk menjadi tempat ibadah saja, diharapkan masjid ini juga mampu menyadarkan kita bahwa pentingnya meneladani tokoh Laksamana Cheng Ho dalam menyebarkan kebaikan dan kebenaran kepada siapapun.

Sumber :
indonesiakaya.com
zetizen.jawapos.com

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker